Super Music Rockin Battle
News 1 large
04 December 2016

DICARI : Penerus Regenerasi Rock Indonesia!

Coba ketik kata kunci “band rock Indonesia” di mesin pencari Google. Selain terlacak sejumlah artikel yang berkaitan dengan musik rock Indonesia, Google juga merekomendasikan nama-nama band rock Tanah Air yang sering dicari di Google.

Dari sepuluh nama yang direkomendasikan tersebut, Supermusic.id mencatat nama terbaru dari daftar itu hanyalah The Sigit, Kotak, Efek Rumah Kaca, dan Andra and The Backbone. Ketiga nama itu pun lahir di dekade 2000-an.

Beberapa nama tenar seperti Koil, Endank Soekamti, Burgerkill, hingga Superman Is Dead pun muncul pada medio 2000-an. Pun Seringai yang menyebut musik mereka dengan sebutan rock oktan tinggi lahir dari pensi-pensi SMA di tahun 2002.

Lihat juga ajang penghargaan musik tertinggi Negeri ini : AMI Awards 2016 yang diadakan September 2016 lalu. Tiga kategori rock nya memenangkan nama-nama lama. Sebut saja untuk kategori artis duo/grup/kolaborasi rock terbaik diraih Iwan Fals Feat. Noah, Album Rock Terbaik diraih oleh Slank, sementara artis solo rock terbaik diraih oleh marcello Tahitoe alias Ello.

Lalu kemana perginya rockstar Indonesia era 2010-an ke atas? Tidak berjalan kah regenerasi rockstar di Negeri ini?

September 2015, majalah HAI sempat menerbitkan artikel yang mengumpulkan nama-nama band lokal baru yang berpotensi “Melanjutkan Rock Indonesia”. Dalam artikel itu HAI menyebutkan Barasuara, Polkawars, Scaller, Kelompok Penerbang Roket (KPR) dan  Zealspeaks sebagai gelombang band rock baru Tanah Air.

“Dalam suatu kesempatan Cholil (ERK) pernah ngomong sama gue, ‘nih waktunya untuk regenerasi,dek. Regenerasi “ngaspal jalan”, jadi ya harus kita bantu lah,” cerita Ade Paloh, seperti dikutip dalam artikel tersebut.

Alhasil apa yang menjadi gagasan Cholil ini diwujudkannya dalam kolaborasi di atas panggung bersama Barasuara pertengahan tahun lalu. Kolaborasi tersebut pun menandakan kolaborasi antar generasi yang cukup dibicarakan di entitas rocker Indonesia pada saat itu.

Sementara itu Rolling Stone Indonesia pada Juni 2015 mengutip percakapan Kelompok Penerbang Roket (KPR) yang berkeinginan melanjutkan perjuangan Slank dan Iwan Fals.

“Gue mau KPR menjadi penerus Iwan Fals dan Slank. Tongkat estafet belum ada yang menyambung. Gue mau tongkat estafet itu dioper ke kami. Gue mau jadi nomor satu di Indonesia, kalau perlu Asia dan lalu seluruh dunia,” jelas Viki, pemain drum KPR dalam wawancara tersebut.

Kesungguhan KPR ini direalisasikan dengan merilis album penuh berisi interpretasi ulang lagu-lagu band rock lawas Tanah Air, Panbers, bertajuk Haai. Album ini pun dirilis hanya berselang beberapa bulan setelah album pertama mereka, Teriakan Bocah dirilis ke publik.

Selian nama-nama yang sudah disebutkan tadi  beberapa nama seperti Taring, Sigmun, Petaka, Morfem, Revenge The Fate, hingga trio Billfold dari Bandung pun sebenarnya patut diperhitungkan untuk melanjutkan Regenerasi Rock Indonesia.

Memang dari nama-nama tersebut belum ada yang mencuat secara terang-terangan sebagai penerus estafet rock Indonesia. Dari daftar tersebut, terhitung hanya Barasuara yang sejauh ini mencuat karena sukses membawa piala AMI Awards 2016 setelah memenangkan Karya Produksi Alternatif Terbaik.

Semoga ke depannya segera ditemukan rockstar-rockstar baru pelanjut regenerasi rock Indonesia.