Super Music Rockin Battle
News 1 large
05 December 2016

Tiga Tips untuk Bikin Band Keren!

Keren itu relatif. Keren versi kamu mungkin belum tentu sama dengan definisi keren orang lain. Tapi, membentuk sebuah band, wajib hukumnya untuk terlihat dan terdengar keren. Mengapa harus terlihat dan terdengar?

Karena untuk menjadi band yang keren tidak cukup bermodalkan lagu yang terdengar keren, melainkan juga aksi yang terlihat keren, baik aksi di atas panggung, kostum yang digunakan, maupun saat tampil di dalam sebuah video klip.

Sebagai refrensi untuk membentuk band dari 0 hingga menjadi terlihat dan terdengar keren, kamu bisa menonton film Sing Street. Dalam film yang dirilis tahun 2016 ini diceritakan bagaimana seorang anak bernama Conor membentuk sebuah band bersama teman-temannya.

Dia tak hanya pandai menciptakan lagu yang enak, melainkan juga konsep yang keren dan sesuai dengan karakter musik bandnya, yang di dalam film sangat dipengaruhi oleh sub-kultur new wave, untuk memoleh bandnya secara visual.

 Selebihnya, kamu bisa mengikuti poin-poin berikut untuk membentuk band yang keren :

1. (Mungkin) Skill Bukan Segalanya, Tapi itu Penting

Pernah mendengarkan band Teenage Death Star (TDS). Band yang sangat terkenal dengan slogan “skill is dead, lets rock” itu mungkin ada benarnya. Mereka bukan lah band dengan skill berlebihan seperti band-band macam Barasuara atau GIGI, yang isinya adalah band dengan kumpulan personil dengan kualitas penguasaan instrumen level jagoan di bidangnya.

Namun bukan berarti TDS tidak memiliki skill sama sekali. Jika mereka tidak memiliki skill sama sekali, mungkin tidak akan muncul lagu segila “Absolute Beginner Terror”.

Tetap dibutuhkan skill menulis lirik, skill dasar bermain musik, pengetahuan sound dasar, sampai bagaimana beraksi di atas panggung. Jika skill dasar itu tidak dimiliki, mungkin TDS akan muncul dengan berdiri di depan sebuag stand mic dan malah berkomedi, melakukan stand up comedy.

Jadi, jangan percaya sepenuhnya bahwa skill is dead.

2. Ciptakan dan Bawakan Lagumu Sendiri

Banyak band-band baru yang tidak percaya diri ketika diminta membawakan lagu ciptaannya sendiri. Alih-alih membawakan lagu sendiri, mereka lebih nyaman membawakan cover song dari band-band yang menjadi refrensi mereka.

Tapi bagaimana orang tahu identitas dan karakteristik band kamu, jika karya kamu sendiri saja tidak kunjung dibawakan di atas panggung. Banyak yang beranggapan, membawakan lagu sendiri membuat crowd mendadak merasa bosan.

Hal itu tentunya bisa kamu akali dengan sesekali menyisipkan cover version lagu dari band yang menjadi refrensi kamu. Tapi, jangan lupa untuk mengaransemennya dengan gaya band sendiri. Aransemen ulang akan menjadi berhasil ketika lagu yang kamu bawakan berubah dari versi aslinya.

Setelah itu, tidak ada salahnya menghajar panggung dengan lagu-lagu ciptaan sendiri lagi. Kepercayaan dirimu diuji di sini!

3. Tegaskan Karakter Band Sejak Awal

Seringai tidak akan sebesar ini jika sejak awal mereka tidak rajin-rajin memproklamirkan musik mereka sebagai high octane rock. Atau The Upstairs tidak akan bertahan hingga kini, setelah gonta-ganti personil berkali-kali jika tidak konsisten dengan karakter new wave yang mereka bawakan.

Berdasarkan pengalaman The Upstairs pula, secara nggak langsung menegaskan bahwa sesering apa pun keluar-masuk personil, karakter yang dibawa sejak awal haruslah kuat dan konsisten dibawakan.

Hingga album terakhir bertajuk Katalika misalnya, meski menyisakan tiga personil asli di album tersebut, The Upstairs masih setia di jalur new wave dengan musik dan tampilan visual yang nyentrik sejak mereka awal berdiri.

Kesimpulannya, ciptakanlah karakter dari jenis musik yang kamu mainkan sejak awal. Atau bandmu akan dilupakan seiring berjalannya waktu.